Wanita sholehah akan selalu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh wanita pada umumnya. Ia akan selalu menjaga harga diri dan kesuciannya hingga akhirnya hayatnya. Bahkan ia pun rela mengorbankan apa yang diinginkan hanya untuk menjaga agar orang lain tidak terkena fitnah daripadanya.
Kisah ini hadir dari seorang wanita sholeh di zaman imam hasan basri. Dalam kisah ini kebetulan beliaulah yang menjadi salah satu aktor dari kisah ini. Semoga kita dapat mengambil hikmah daripadanya.
Dahulu hiduplah seorang wanita yang sholeh dan amat rupawan, hingga kecantikannya mampu menyihir setiap orang yang memandangnya. Suatu ketika hasan basri muda yang saat itu tengah berjalan-jalan melihat sosok wanita tersebut.
Sosok wanita yang menggunakan purdah, namun bagian matanya masih bisa mengesankan bahwa ia memiliki kecantikan yang begitu indahnya. Lantas ia pun mengikuti sang gadis dari belakang karena rasa penasaran dirinya.
Mengetahui bahwa ia diikuti oleh hasan basri, lantas wanita itu pun mengatakan bahwasanya, "hai pemuda, apa engkau tak malu?". Lantas hasan basri pun menjawb, "pada siapakah aku harus malu?". Sang wanita itu pun menjawab, "Malulah pada Allah yang maha mengetahui mata yang berkhianat dan mengetahui apa saja yang ada dalam hati"
Mendengar hal tersebut semakin penasaranlah hingga muncul rasa cinta. Ia pun tak dapat menahan hawa nafsu dan terus menerus menguntit sang wanita itu saat berjalan.
Karena terus menerus diikuti oleh sang pemuda wanita itu pun bertanya alasan mengapa ia terus diikuti. Lantas pemuda itu pun menjawab bahwasanya ia begitu terpesona dengan mata cantik dirinya.
Mendengar hal tersebut lantas sang wanita itu pun meminta sang pemuda untuk menunggu sejenak. Pemuda itu pun menunggu dengan sabar wanita tersebut masuk ke dalam rumahnya.
Tak lama kemudian datanglah seorang pembantu dari wanita itu menghampiri sang pemuda. Tak lama kemudian ia pun memberikan sebuah kotak yang tertutup amat rapat. Lantas ia pun membuka kotak tersebut. Saat dibuka betapa terkejutnya sang pemuda, ternyata kotak itu berisi bagian inti untuk memandang kehidupan. Bagian mata itu benar-benar di berikan pada sang pemuda.
Sang pembantu pun menyampaikan pesan dari tuannya tersebut. "Tuan putriku mengatakan bahwasanya ia tak membutuhkan lagi mata yang menyebabkan terpesonanya anda" Kata pembantu tersebut. Wanita itu menghindari dari adanya sebuah fitnah.
Semoga dari kisah ini kita dapat mengambil sebuah hikmah bahwasanya wanita sholehah akan benar-benar menjaga kehormatannya. Bahkan ia akan berusaha menghindari fitnah. Apabila di tarik di zaman sekarang mungkin mustahil menemukan wanita yang sederajat atau serupa dimana pengorbanan seperti itu. Namun minimal semoga masih ada yang tetap kekeh menjaga kehormatan dirinya sebagai seorang wanita.
Sumber: mujahidsoleh94.blogspot.com