Suami seyogyanya bertugas menafkahi keluarga sehingga harus banting tulang untuk bekerja. Namun kenyataannya tidak semua bisa berbuat demikian seperti yang dialami wanita satu ini. Dia berubah menjadi tulang punggung keluarga karena harus menafkahi suami dan 2 anaknya. Wanita cantik jelita asal China itu rela setiap hari memanggul sekitar 2000 karung semen dengan berat 50kg per karung

Demi alasan kebutuhan ekonomi yang serba kekurangan maka tanggungjawab suaminya diambil alih olehnya. Sudah sekitar 4 tahun lebih ia memulai karir sebagai kuli bangunan, tepatnya sejak 2014. Badan kecilnya bukan alasan untuk tidak bekerja walau badannya kotor penuh debu bahkan seringkali matanya iritasi kemasukan semen atau pasir. Dalam keseharian ia angkat semen puluhan kilo bahkan harus lari-lari demi tercapainya target. Cuaca panas dan hujan bukan jadi penghalang baginya.

Akibat kerja kerasnya diawal bekerja ia pernah badannya melepuh karena angkat semen dengan cuaca panas. Teriknya matahari disiang hari pernah membuatnya hampir pingsan. Kondisi tersebut harus ia jalani karena ia harus menggantikan sang suami matanya mengalami Kerusakan mata akibat dari cahaya las sebab sang suami bekerja sebagai tukang las. Padahal sebelumnya sang suami juga mengalami radang paru-paru (pneumonia). Penyakit ini akibat dari terpapar debu pasir secara berlebihan ketika bekerja sebagai tukang angkut pasir.

Sakitnya suami memaksa ia menggantikan posisinya sebagai pencari nafkah dan suami menjalani pengobatan. Perjuangan keluarga yang hebat saling melengkapi dan menjaga. Pantas saja ia rela jadi kuli bangunan demi keluarga karena harus balik menafkahi suami serta 2 putri kecilnya selama sang suami sakit keras.

Sumber:pastiseru.com
Demi alasan kebutuhan ekonomi yang serba kekurangan maka tanggungjawab suaminya diambil alih olehnya. Sudah sekitar 4 tahun lebih ia memulai karir sebagai kuli bangunan, tepatnya sejak 2014. Badan kecilnya bukan alasan untuk tidak bekerja walau badannya kotor penuh debu bahkan seringkali matanya iritasi kemasukan semen atau pasir. Dalam keseharian ia angkat semen puluhan kilo bahkan harus lari-lari demi tercapainya target. Cuaca panas dan hujan bukan jadi penghalang baginya.
Akibat kerja kerasnya diawal bekerja ia pernah badannya melepuh karena angkat semen dengan cuaca panas. Teriknya matahari disiang hari pernah membuatnya hampir pingsan. Kondisi tersebut harus ia jalani karena ia harus menggantikan sang suami matanya mengalami Kerusakan mata akibat dari cahaya las sebab sang suami bekerja sebagai tukang las. Padahal sebelumnya sang suami juga mengalami radang paru-paru (pneumonia). Penyakit ini akibat dari terpapar debu pasir secara berlebihan ketika bekerja sebagai tukang angkut pasir.
Sakitnya suami memaksa ia menggantikan posisinya sebagai pencari nafkah dan suami menjalani pengobatan. Perjuangan keluarga yang hebat saling melengkapi dan menjaga. Pantas saja ia rela jadi kuli bangunan demi keluarga karena harus balik menafkahi suami serta 2 putri kecilnya selama sang suami sakit keras.
Sumber:pastiseru.com