Ketahuilah bahwa salah satu shalat sunnah yang baik untuk kita laksanakan adalah shalat dhuha. Dimana waktunya di pagi menjelang siang. Belum banyak yang tau kalau shalat ini dikenal sebagai pintu rezeki bagi siapa saja yang ingin dilancarkan rezekinya.
Dan kebanyakan orang mereka melaksanakan shalat dhuha dengan membaca dua surat yang menurut mereka dianjurkan, yaitu surat Asy-Syam dan Ad-Dhuha.
Dimana dikatakan bahwa barangsiapa yang membaca kedua surat tersebut secara terus menerus akan mendapatkan ampunan dari Allah dan akan diberikan kelancaran rezeki.
Namun ternyata riwayat yang menganjurkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif (lemah). Artinya tidak ada anjuran dari Rasulullah yang mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, maupun rakaat keduanya
Islam adalah agama yang tidak pernah memberatkan pemeluknya. Sehingga kita pun tidak dituntut untuk melakukan hal di luar kemampuan kita. Dan saat shalat dhuha kita bisa membaca surat apa saja sesuai dengan kemampuan kita. 
Sebagaimana As Syaikh Ibn Baz Rahimahullah pernah ditanya bagaimana pendapatnya tentang orang yang selalu rutin membaca surat As-Syamsi dan Ad-Dhuha ketika shalat dhuha. Beliau menjawab, “Dimana amalan yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al-Fatihah.
Dan dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al-Fatihah sedangkan surat setelahnya hukumnya adalah sunah. Maka jika setelah Al-Fatihah kita membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik,” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, 11).
Dan jkita ingin membaca kedua surat tersebut, maka tidak ada larangan untuk itu. Bahkan, itu adalah hal yang baik.