Aku sudah jatuh hati pada seorang gadis cantik semasa kuliah. Ya, dia adalah perempuan cantik yang aku tolong ketika dia sedang digoda oleh pria nakal dipinggir jalan. Walau begitu aku tak tahu rumahnya dimana sehingga perasaan itu berusaha aku kubur dalam-dalam sebab waktu itu ia hanya mengucapkan terimakasih tanpa meminta kontak ponselnya. Lagipula pikiranku kini hanya terfokus pada ibu yang sedang sakit-sakitan. Ibu adalah satu-satunya milikku setelah ayah meninggal saat aku berumur 7 tahun. Keadaan keluarga yang miskin membuatku sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil mulai dari menyapu, cuci baju, masak dan pekerjaan rumah lainnya bukan masalah bagiku.


Referensi pihak ketiga

Semua aku kerjakan karena ibu menderita kanker usus. Bahkan sampai lulus kuliah penyakit itu tak kunjung sembuh. Meskipun sudah melakukan perawatan berulang kali hingga tabungan habis namun belum ada perubahan. Sampai suatu ketika ibunya ingin menghentikan pengobatan yang membuat aku sangat sedih. Suatu hari sepulang dari rumah sakit tetangga memanggilku mengatakan jika ada seorang wanita usia 60 tahun ingin menikah dengan pria muda. Siapapun pria muda bersedia menikahinya dia akan memberikan uang 20 miliar rupiah. Mendengar hal itu aku pikir ini jalan keluar selepas lulus kuliah karena aku butuh dana cepat untuk pengobatan ibu.

Mendengar hal itu, aku merasa sangat konyol serta menyedihkan karena menikahi wanita 60 tahun. Tapi bagaimana dengan ibu?. Akhirnya aku beranikan diri bertemu dengannya dan terlihat sekilas tak seperti umur 60 tahun. Ia masih cantik kemudian berbincang banyak dengannya. Dan perempuan itu bersedia bertemu kembali lagi. Setelah beberapa kali pertemuan dia sudah memberi uang 20 miliar tersebut dengan berucap "aku tahu kamu adalah pria berhati baik, jadi aku mau membantumu, tapi aku ada satu syarat. Tidak peduli ibumu apakah akan sembuh atau tidak, kamu harus menikahiku untuk selamanya".


Referensi pihak ketiga

Akhirnya pernikahan itu tiba dan aku bingung tak ada satupun keluarga yang menolak permintaanku menikahi wanita umur 60 tahun. Hari pernikahan itu tiba, calon istriku masuk ruangan dengan wajah tertutup. Ketika ijab kabul akan dimulai aku begitu kaget ternyata wanita itu bukanlah perempuan 60 tahun melainkan gadis cantik yang aku sukai. Aku begitu kaget saat tahu kemudian diumumkan jika gadis itulah calon istriku. Ternyata keluargaku sudah tahu jika aku akan menikah dengan anaknya bukan ibunya. Sebab, sebelum kami menikah ibunya mendatangi keluargaku serta memberitahukan semuanya jika anaknya menyukai aku dan sudah mencari tahu tentang diriku sebelumnya. Sungguh bahagianya aku menikah dengan gadis pujaan hatiku.
Kisah menyentuh hati jika pengorbanan untuk orang tua pasti balasannya yang terbaik. Ibu adalah surga dunia maka ketika kita berbakti maka semua jalan keluar pasti ada.
Sumber:pastiseru.com