Di dekat rumah saya ada sepasang suami istri yang sudah berusia 60 tahun. Saya sering bertemu mereka ketika jogging di malam hari. Namun saya merasa ada yang aneh ketika melihat gerak gerik mereka. Sang suami selalu berlari duluan di depan, sambil meninggalkan nenek yang berlari pelan di belakangnya. Saya juga sering melihat kakek berbalik dan teriak meminta nenek berlari lebih cepat.
Berapa banyak pasangan yang tidak mempunyai komunikasi baik, namun tetap bersatu dalam pernikahan?
\
Berapa banyak pasangan yang tidak mempunyai komunikasi baik, namun tetap bersatu dalam pernikahan?
Pernikahan bukanlah sebuah cangkang yang ketika dibuka tidak isinya.
Suatu malam saya melihat nenek terjatuh dan kakinya terluka. Nenek ingin memanggil kakek untuk berhenti, namun kakek tidak mendengarnya sama sekali. Bahkan kakek melangkah lebih jauh dan semakin jauh.
Saya pun mendekati nenek dan membantu nenek berdiri. Dan saya melihat air mata nenek membasahi pipinya. Pemandangan seperti ini membuat hatiku sangat sedih.
Pada kenyataanya, cara berkomunikasi seperti ini sering terjadi di dalam pernikahan. Kurangnya komunikasi antara suami dan istri, malah membuat sungai pemisah diantara keduanya. Pernikahan itu bukan ibarat perlombaan lari, siapa yang lebih dahulu mencapai garis finish dia yang menang. Melainkan siapa yang bisa bekerjasama dengan baik, dialah pemenang sesungguhnya!
Paling takut jika bertemu pasangan yang ‘buta, tuli, bisu
Nona A baru-baru ini bercerai dengan suaminya. Ia juga dipecat oleh atasannya karena sejak pernikahannya berantakan, ia sering datang terlambat dan mudah lelah.
Ia pun datang ke rumah mantan suaminya dan meminta pertanggung jawaban.
“itu semua kan karena salahmu, bodoh!” bentak suaminya
Nona A pun pulang, menyeka air matanya sambil memotong sayur. Hatinya berubah dingin karena ia sudah kehilangan kerjaannya dan juga kehilangan kata-kata manis dari mantan suaminya.
Pada sebuah kesempatan, Nona A dan mantan suaminya bertemu kembali. Ketika mereka pergi, teman lainnya duduk bersama pasangannya masing-masing. Malam itu semua orang tertawa canda bersama, kecuali Nona A dan mantan suaminya. Mantan suaminya berusaha mengabaikan Nona A dengan cara main game.
Namun karena merasa canggung dan kesepian, akhirnya Nona A berkata:
“Lihat, betapa serunya suasana malam ini, kenapa dari dulu kamu tidak bisa berhenti main game? Tidak bisakah kau berhenti dan berbicara denganku sebentar?”
Dengan muka dingin, mantan suaminya berkata “semua di sini adalah wanita tua, apa yang menarik? Aku tidak mau munafik!
Dalam posisi inilah mantan suami Nona A mengalami ‘buta, tuli, bisu’ Ketika keadaan sudah berubah jadi dingin, seseorang tidak bisa merasakan kehangatan cinta lagi. Semua terlihat abu-abu, terdengar sepi, dan terasa berbeda.
Hati bukanlah telinga yang bisa mendengar kebutuhan pasanganmu
Kita pasti sering mendengar curhatan teman yang berkata “aku suka gak ngerti apa maunya dia!”
Namun saat kau mendengar curhatan seperti itu, lebih baik kau diam dan jangan meresponi apa-apa padanya..
Dia merasa dirinya tidak berdaya
Dia merasa depresi dan menemukan jalan buntu
Dia merasa hidup bersama orang asing yang tidak pernah bisa ia taklukan
Biarkan dia sadar bahwa ia hidup bersama pasangan yang bodoh selama ini.
Hal yang paling tidak bisa ditaklukan dalam pernikahan adalah waktu.
Waktu tidak akan bisa berhenti dan akan terus membawamu semakin tua.
Jika kita berlaku asing, kasar, dan menjadi orang yang sulit dimengerti pasanganmu
Pada akhirnya, orang terdekatmu akan menjadi orang paling asing untukmu.
Oleh sebab itu, yang diperlukan adalah sebuah komunikasi. Pasanganmu bukanlah Tuhan yang bisa menebak apa mau isi hatimu. Ungkapkanlah dan ekspresikanlah, agar komunikasi diantara kalian terjalan dengan baik.
Pembunuh terbesar pernikahan bukanlah waktu, bukan orang ketiga. Melainkan tidak adanya ikatan emosional diantara keduanya
Banyak sekali kita melihat kegagalan dalam rumah tangga.
Masalahnya, bukan salah saat kita mengkonsumsi cinta,
Tapi salah saat kita menghamburkan cinta.
Ikatan emosional yang kuat di antara pasangan bisa membuat hubungan cinta menjadi lebih erat dan langgeng.
Hubungan jangka panjang bisa membuat kamu lebih kuat,
Harus selalu menjaga dan memuaskan keinginan satu sama lain.
Setiap informasi yang keluar dari pasanganmu, harus bisa diterima dan ditanggapi dengan positif.
Pasangan adalah patner hidupmu, ia sahabat terbaik, ia segalanya untukmu.
Oleh sebab itu, fokuskan pada persatuan hati dan pikiran.
Pernikahan yang berkualitas, tahu bagaimana memberi kepuasan satu sama lain.
Ketika kamu berhasil, ia akan tepuk tangan
Ketika kamu depresi, ia akan memberikan kenyamanan
Ketika kamu malu, ia akan mendukungmu
Ketika kamu sendirian, ia akan memberi persahabatan
Pernikahan seperti ini akan bahagia dan bertahan lama
Sumber: Cmoney