Kemaksiatan seperti misalnya dunia prostitusi nampaknya masih saja susah hilang di Indonesia. Maka jangan pernah aneh bila negara kita ini sering dilanda bencana alam. Bukankah itu sebuah peringatan bahwa kita harus berbenah diri?
Namun, pemerintah tentunya tak tinggal diam untuk menghapus bisnis haram itu. Hal itu dibuktikan dengan razia yang dilakukan di tempat lokalisasi dan pekerja seks komersial.
Seperti apa yang dilakukan oleh Walikota Bogor Bima Arya. Bersama aparat ia melakukan razia di apartemen Bogor Valley. Hasilnya dua orang yang diduga wanita penyedia jasa haram itu berhasil diamankan.
Parahnya, razia yang dilaksanakan di salah satu kamar di lantai 18 Apartemen Bogor Valley pada Rabu, (17/10/2018) itu salahsatu dari yang berhasil diamankan adalah pelajar, alias masih sekolah.
Setelah diamankan dan dibawa ke Polsek Tanah Sareal Kota Bogor untuk dilakukan pemeriksaan. Dua wanita berinisial TA dan SA mengaku bisa melayani 5 pria hidung belang dalam sehari.
Menurut keterangan 700 hingga 900ribu adalah harga yang mereka patok. Mirisnya lagi tarif tersebut sudah termasuk biaya sewa apartemen yang diketahui berkisar 300 hingga 400 ribu. “Sekali ya segitu, itu sudah sama sewa kamar,” kata SA seperti mengutip Bogor.tribunnews.com (19/10/2018).