Ini adalah kisah Grandsyekh `AbdAllah’s (q) dan ini bukanlah sembarang cerita, tetapi ini ada di dalam siirah, di mana putra-putra mereka biasa berkata satu sama lain, “Ayahku lebih baik.”  “Tidak, ayahku yang lebih baik” dan mereka berkelahi, mereka adalah anak-anak dari dua khalifah, khulafah rasuulillah, berkata, “Ayahku lebih kuat,” “Tidak, ayahku yang lebih kuat,” sampai Sayyidina `Ali (r) datang dan menemukan mereka sedang berkelahi.
Beliau bertanya, “Mengapa kalian berkelahi?”
Yang pertama berkata, “Aku mengatakan bahwa engkau adalah ayahku dan kau lebih baik daripada `Umar, tetapi putra `Umar berkata, ‘Ayahku lebih baik daripada ayahmu.’”
Apa yang dikatakan oleh Sayyidina `Ali (r)?  Beliau menceritakan sebuah kisah kepada mereka, dan kisah itu adalah kisah yang kami ceritakan, bahwa tidak ada orang yang seperti `Umar (r), di mana Nabi (s) bersabda, “Jika ada seorang nabi setelahku, maka orang itu adalah `Umar.”  Munkar dan Nakiir datang, Sayyidina `Ali (r) menceritakan kisah ini dan ini adalah kisah yang diceritakan oleh Grandsyekh, Munkar dan Nakiir mendatanginya dan bertanya, “Siapakah Penciptamu, Tuhanmu, man rabbuka?”
Beliau berkata, “Apa?  Apa yang kalian katakan?”
Malaikat berkata, “Man rabbuka?  Siapa penciptamu?”
Beliau berkata, “Aku tidak dapat mendengar, mendekatlah.”
Mereka mendekat dan berkata, “Siapa Tuhanmu?”
“Aku tidak dapat mendengarmu, mendekatlah lebih dekat lagi.”
Mereka mendekati telinganya dan mereka berkata, “Man rabbuka?” dan beliau meninju salah satu mata malaikat itu.
Beliau (Sayyidina `Umar) berkata, “Apakah kalian tidak malu?  Apakah kalian tidak malu?  Aku baru datang dari jarak lima menit dan tidak mungkin aku lupa, tetapi kalian datang dari jarak yang sangat jauh, Allah Maha Tahu berapa jauhnya, kalian mungkin yang lupa, bukan aku!”
Apakah kalian akan seperti itu, seperti Sayyidina `Umar (r) untuk menyelamatkan diri kita?  Grandsyekh berkata, semoga Allah memberkati ruhnya, bahwa salah satu di antara mereka, saya lupa, apakah itu Munkar atau Nakiir, akhirnya kehilangan matanya akibat tinju Sayyidina `Umar (r)!  Barangkali Mawlana bercanda, tetapi… apakah kita akan seperti itu, mampu mengatakan kepada Munkar atau Nakiir, atau lidah kita akan menjadi kelu?  Atau kalian tidak pernah menerima Allah dalam kehidupan kalian, karena ada orang-orang yang atheis.  Atau kalian berada di antara keduanya, satu hari tsumma aamanuu, tsumma kafaruu sebagaimana Allah (swt) katakan di dalam kitab suci al-Qur’an, satu hari beriman, satu hari kafir.  Apakah kalian akan mampu menjawab?  Jika mampu, katakan. [Ya!] Tidak, kalian tidak bisa!  Kalian bahkan tidak bisa bicara dengan semua dosa yang ada pada diri kalian!  Kalian tidak bisa, kecuali kalian mendapat syafa`at an-Nabi (s), kecuali kalian mendapat syafa`at asy-syaykh bila Allah mengizinkan dan Nabi (s) mengizinkan untuk memberi syafaat!  Syafaat dari syekh tidak akan seperti bagaimana Nabi (s) akan memberi syafaat, karena para syuyukh mempunyai batas, mereka tidak dapat melebihi batas itu.  Bisa saja Wahhabi mengutip satu kata sekarang dan menyebarkannya, “Ia mengatakan, ‘syafa`at asy-syaykh.’” Ya, itu adalah sebuah petisi sebelum Nabi (s).  Ya, petisi syekh adalah untuk kalian dalam hadirat Nabi (s).  Ya, jika syekh kalian mencapai level itu, ya!
“Grandshaykh `AbdAllah’s (q) story and it is not just a story, but it is in seerah, that the two children each used to say “my father is better”, “no my father is better” and they fought, they were the sons of the two khalifahs, khulafah rasoolillah, saying, “My father is stronger,” “No, my father is stronger,” until Sayyidina `Ali (r) came one day and found them fighting. 
He asked, “Why are you fighting?” 
One said, “I said you are my father and you are better than `Umar, and the son of `Umar is saying, ‘My father is better than yours.’” 
What did Sayyidina `Ali (r) say? He told them a story, and that story is what we are after, that no one can be like `Umar (r), of whom Prophet (s) said, “If there were a prophet after me, `Umar would be a prophet.” Ankar wa Nakeer were coming, Sayyidina `Ali (r) tells this story and that is the story Grandshaykh (q) told, Ankar wa Nakeer came to ask him, “Who is your Creator, your Lord, man rabbuka?” 
He said, “What? What are you saying?” 
He said, “Man rabbuka? Who is your Creator?” 
He said, “I am not hearing, approach.” 
They approached him and said, “Who is your Lord?” 
“I cannot hear well, come closer.” 
They came to his ear and they said, “Man rabbuka?” and he took his hand and hit one in his eyes. 
He (Sayyidina `Umar) said, “Are you not ashamed? Are you not ashamed? I am coming from five minutes’ distance and it is not possible that I will forget, but you are coming from a huge distance, Allah knows how far it is, you might have forgotten, not me!” 
Are you going to be like that, like Sayyidina `Umar (r) to save ourselves? Grandshaykh said, may Allah bless his soul, that one of them, I forget, it was either Ankar or Nakeer, has no eye from the fist of Sayyidina `Umar (r)! Might be Mawlana was joking, but…are we going to be like that, to be able to say to Ankar or Nakeer, or our tongues will be frozen? Or you never accepted Allah in your life, as there are atheists. Or you are in-between, one day thumma aamanoo, thumma kafaroo as Allah (swt) said in Holy Qur’an, one day a believer and one day not. Are you going to be able to answer? If you are able, say. [Yes!] No, you are not! You are not able to even speak with all these sins that dress you! You are not able unless you get shafa`at an-Nabi (s) and unless you get shafa`at ash-shaykh that Allah gives permission and the Prophet (s) gives permission to intercede! That is not like how the Prophet (s) intercedes as the shuyookh are in their limits, they cannot go over that. It may be these other sects might take one word now and send it around, saying, “He said ‘shafa`at ash-shaykh.’” Yes, that is a petition before the Prophet (s). Yes, the shaykh petitions for you, your guide petitions for you in the presence of Prophet (s). Yes, if your shaykh reaches that level, yes!” 
Al Fatiha
As-Sayyid Mawlana Syekh Hisyam Kabbani