Wanita yang paling diharapkan seorang pria adalah wanita yang mau bersama-sama berjuang dalam kehidupan. Tak peduli miskin ataupun kaya, wanita pun hanya berharap dapat disayang dan diperhatikan, tanpa ada kebohongan.
Chandra adalah seorang bos sukses. Baru 38 tahun saja ia sudah mempunyai 8 restoran. Walaupun karirnya sukses dan tidak kekurangan uang, Chandra hidup dalam kegelisahan. Dan sumber kegelisahannya itu adalah istrinya.
Sebelum bertemu dan menikah dengan istri, Chandra hanyalah seorang pria miskin. Untuk makan mi instan saja, Chandra harus mematahkannya menjadi 2, menjadikan 1 bungkus mi menjadi 2 porsi untuk dimakan dua kali. Bila merasa sangat lapar, Chandra akan minum air agar kenyang.
Untuk pacaran saja Chandra tak pernah berani bermimpi. Banyak wanita yang meremehkannya, atau walaupun ada wanita yang tertarik padanya, Chandra tak bernani mendekati. Di saat-saat sulit itu, untuk hidup diri saja susah. Chandra tidak mau membuat wanita yang ikut dengannya juga hidup susah.

Selama beberapa tahun bekerja keras, buah manis pun dicapainya. Awalnya Chandra belajar memasak di hotel, ia lalu mulai membuka restoran sendiri. Karena keahlian memasaknya, bisnis restorannya pun berkembang pesat. Hanya dalam 5 tahun, Chandra telah memperluas restorannya hingga 8 cabang.
Karir Chandra semakin sukses, dan semakin banyak orang yang mengenalkan wanita untuknya. Namun yang dilihat para wanita itu hanyalah kekayaan yang dimiliki Chandra. Ada yang baru kenal beberapa hari sudah minta dibelikan tas merek mahal, kalau tidak dibelikan pun akan mengatai Chandra pelit.

Setelah ikut perjodohan belasan kali, Chandra pun lelah dan menyerah. Sebenarnya yang diinginkan Chandra sederhana. Calon istrinya tidak harus cantik, asalkan mau hidup sederhana bersama Chandra sudah cukup.
Suatu kali, Chandra pun mengikuti reuni SMAnya. Saat itu ia tidak mengungkapkan kesuksesannya dan hanya berpakaian sederhana. Disanalah Chandra kembali bertemu wanita yang dulu pernah disukainya, Remi. Mereka pun bercakap-cakap, dan Remi menceritakan pernikahannya yang gagal.

Remi pernah menikah dan bercerai. Bagi Remi sekarang, uang bukanlah segalanya. Yang paling penting adalah keharmonisan dalam rumah tangga. Hati Chandra pun kembali tergerak untuk mengejarnya. "Bukankah wanita ini dulu adalah wanita yang diinginkannya?" pikir Chandra dalam hati.
Chandra pun mulai mengejar Remi dan berpacaran, lalu melamarnya. Namun yang paling membuat Chandra gelisah adalah saat Remi mengetahui kesuksesan Chandra, Remi tidak kaget sama sekali. Dalam hati Chandra pun berpikir, apa Remi sudah mengetahui kekayaan Chandra sehingga mendekatinya saat reuni?

Setelah menikah, Chandra terus sibuk dengan bisnis restorannya, sedangkan Remi menjadi ibu rumah tangga. Chandra harus sering keluar kota dan tidak punya banyak waktu menemani Remi. Karena itu, setiap bulan Chandra memberi uang saku 10.000 RMB (sekitar 2 juta rupiah) untuk Remi agar ia bisa habiskan waktu.
Walaupun setiap kali Chandra pulang ke rumah, ia bisa merasakan kehangatan keluarga, namun dalam hatinya ia selalu kuatir, takut bahwa istrinya menikah dengannya karena kekayaannya. Untuk itu Chandra lalu mencoba mengetes Remi dengan berpura-pura bangkrut.
"Sayang, aku bangkrut.." ujar Chandra yang mencoba mengetes istrinya. Istrinya terlihat agak syok namun dengan cepat tenang kembali lalu mulai memasakkan makanan panas untuk Chandra. Chandra yang penasaran pun bertanya, "Aku sudah bangkrut. Kamu masih mau bersama aku yang miskin melarat ini??"
Remi tak berkata sepatah katapun dan hanya menunjuk ke bawah kasur mengisyaratkan Chandra untuk melihatnya. Dalam hati Chandra merasakan perasaan tidak enak, "Apa ada selingkuhan di bawah ranjang itu?"
Dibukanya bawah ranjang dan tidak ada orang di sana! Yang ada hanyalah sebuah kotak brankas kecil!
"Passwordnya adalah tanggal ulang tahunmu.." ujar Remi.
Chandra membukanya dan saat melihat isinya, tangannya mulai gemetaran dan terpana. Didalamnya ada sebuah buku tabungan dan kartu ATM. Di buku tabungan itu tercatat secara detail uang yang Chandra berikan pada Remi setiap kali dan uang yang dipakainya, dan masih ada sisa 200.000 lebih RMB (sekitar 430 an juta rupiah).
Remi lalu berkata, "Pakailah uang simpananku ini untuk selamatkan bisnismu. Tidak peduli miskin atau kaya, asalkan bersamamu, itu sudah cukup."
Mendengar perkataan Remi, Chandra pun memeluk istrinya sambil menangis tersedu-sedu. Istri sebaik ini siapa yang tidak mau?
Sumber: foyuan