Jakarta - Kebanyakan wanita fokus dengan karier, pernikahan, keluarga, kehamilan, anak-anak, dan sebagainya pada usia 30 tahun. Adapun kesehatan dianggap bukan hal yang perlu diperhatikan. Di sinilah kesalahan terbesar mereka.
Padahal mengabaikan gejala masalah kesehatan akan membuat perawatannya cukup sulit pada kemudian hari. Tubuh Anda dirancang untuk menunjukkan tanda-tanda. Begitu ada semacam penyakit yang muncul, yang bertanggung jawab memahami sinyal itu adalah Anda sendiri.
Agar Anda lebih peduli dengan masalah kesehatan pribadi, berikut ini beberapa penyakit yang sering mengintai wanita pada usia 30-an, seperti dilansir dari laman Boldsky.
1. Benjolan di payudara atau berubahnya tekstur kulit payudara
Meski dapat terjadi pada semua usia, kanker payudara lebih sering menyerang wanita yang telah berumur. Risiko kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Perhatikan apa pun perubahan yang terjadi pada payudara. Adanya benjolan serta perubahan tiba-tiba pada tekstur payudara seiring dengan perubahan puting bisa menandakan kanker payudara. Deteksi dini akan memudahkan pengobatan.
Meski dapat terjadi pada semua usia, kanker payudara lebih sering menyerang wanita yang telah berumur. Risiko kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Perhatikan apa pun perubahan yang terjadi pada payudara. Adanya benjolan serta perubahan tiba-tiba pada tekstur payudara seiring dengan perubahan puting bisa menandakan kanker payudara. Deteksi dini akan memudahkan pengobatan.
2. Kesulitan hamil
Penelitian mengatakan peluang seorang wanita untuk hamil mulai menurun pada pertengahan 30-an. Penurunan kesuburan idealnya dikaitkan dengan penurunan frekuensi ovulasi, penurunan cairan serviks, kualitas telur yang buruk, dan peningkatan masalah kesehatan kronis. Bukan ini saja, setelah berusia 30-an, penyebab infertilitas bisa bervariasi. Ketidakseimbangan hormon, tumor, atau kista bisa menjadi alasan Anda sulit hamil.
Penelitian mengatakan peluang seorang wanita untuk hamil mulai menurun pada pertengahan 30-an. Penurunan kesuburan idealnya dikaitkan dengan penurunan frekuensi ovulasi, penurunan cairan serviks, kualitas telur yang buruk, dan peningkatan masalah kesehatan kronis. Bukan ini saja, setelah berusia 30-an, penyebab infertilitas bisa bervariasi. Ketidakseimbangan hormon, tumor, atau kista bisa menjadi alasan Anda sulit hamil.
3. Rambut rontok
Kerontokan rambut yang tak terduga adalah salah satu hal yang harus diperhatikan setelah Anda mencapai usia 30-an. Kehilangan rambut antara 50-100 helai rambut setiap hari memang hal biasa. Namun kerontokan rambut yang berlebihan karena folikel tidak tumbuh dapat menunjukkan masalah yang serius.
Kerontokan rambut yang tak terduga adalah salah satu hal yang harus diperhatikan setelah Anda mencapai usia 30-an. Kehilangan rambut antara 50-100 helai rambut setiap hari memang hal biasa. Namun kerontokan rambut yang berlebihan karena folikel tidak tumbuh dapat menunjukkan masalah yang serius.
Stres dan persalinan merupakan alasan utama kerontokan rambut berlebih. Satu dari empat wanita menderita penipisan rambut dan rontok serta sekitar 95 persen di antaranya mengalami androgenetic alopecia. Salah satu penyebab umum rambut rontok adalah kurangnya nutrisi penting dalam tubuh. Secara teknis, kekurangan zat besi dapat menyebabkan kerontokan rambut yang parah. Kerontokan rambut juga bisa terjadi karena kekurangan vitamin D dan ketidakseimbangan hormon.
4. Tekanan darah tinggi
Kelebihan berat badan, mengkonsumsi pil KB, atau terapi hormon adalah faktor seorang wanita dapat memiliki tekanan darah tinggi. Beberapa pil diet dan antidepresan juga dapat menyebabkan masalah tekanan darah tinggi. Seorang wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi juga dapat menghadapi komplikasi selama kehamilan sehingga akan membutuhkan pemantauan ketat. Terlalu banyak asupan garam setelah usia 30 tahun juga dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Stres dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit ginjal dan gagal ginjal. Ketika tidak ditangani, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan filter di ginjal. Hal itu membuat pembuangan limbah dari tubuh menjadi sangat sulit.
Kelebihan berat badan, mengkonsumsi pil KB, atau terapi hormon adalah faktor seorang wanita dapat memiliki tekanan darah tinggi. Beberapa pil diet dan antidepresan juga dapat menyebabkan masalah tekanan darah tinggi. Seorang wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi juga dapat menghadapi komplikasi selama kehamilan sehingga akan membutuhkan pemantauan ketat. Terlalu banyak asupan garam setelah usia 30 tahun juga dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Stres dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit ginjal dan gagal ginjal. Ketika tidak ditangani, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan filter di ginjal. Hal itu membuat pembuangan limbah dari tubuh menjadi sangat sulit.