Kamu bisa menukarnya di kantor Bank Indonesia.
Dream - Bank Indonesia (BI) masih memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk
menukar uang pecahan lama yang masa berlakunya sudah berakhir. Empat pecahan
rupiah lama diketahui takkan lagi berlaku dan ditarik dari pasaran.
Mengutip Peraturan Bank
Indonesia No. 10/33/PBI/2008 dikutip dari laman bi.go.id,
Kamis, 29 November 2018, terdapat empat pecahan-pecahan uang yang telah dicabut
dan akan ditarik.
Empat pecahan uang dari rupiah lama yang dimaksud adalah pecahan Rp10 ribu
Tahun Emisi (TE) 1998 bergambar muka Cut Nyak Dhien, Rp20 ribu bergambar Ki
Hadjar Dewantara.
Dua pecahan lainnya adalah uang kertas dengan nominal Rp50 ribu W. R.
Soepratman, dan Rp100 ribu Soekarno-Moh. Hatta yang uangnya berbahan polymer.
Untuk masyarakat yang masih memiliki pecahan lama tersebut, BI masih
membuka pintu penukaran uang-uang rupiah tersebut sampai 31 Desember 2018.
Ini penampakan 4 pecahan
rupiah
Sekadar informasi, BI secara rutin mencabut dan menarik rupiah. Hal ini
dilakukan dengan pertimbangan antara lain, masa edar uang dan ada uang emisi
baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang
kertas.
4 Uang Kertas Kuno
Termahal di Indonesia
Dream - Uang kuno merupakan salah satu benda yang banyak diburu untuk
dijadikan koleksi. Tak sekadar pajangan, para penggemar barang-barang antik
ataupun kolektor juga menjadikab barang ini sebagai investasi yang unik.
Namun, seringkali masyarakat kita keliru dalam memprediksi uang kuno.
Kadang mereka beranggapan harga uang kuno akan mahal jika memiliki umur tua.
Padahal anggapan itu tidaklah 100 persen benar, bisa dikatakan yang
menetukan tingkat harga adalah kelangkaan dan nilai seni yang terkadung di
dalamnya. Seperti halnya 4 uang kertas termahal di Indonesia berikut ini.
Nah penasaran uang nominal dan tahun berapakah yang paling mahal di Indonesia?
Langsung yuk simak ulasanya di bawah ini.
Uang Kertas Rp5.000
Keluaran tahun 1958
Uang kertas ini memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan
uang kertas saat ini.
Pada satu sisi uang terdapat gambar perempuan berkebaya yang sedang memegang
padi. Sementara pada sisi sebaliknya tergambar hamparan sawah terasering.
Pada masanya dulu, uang kertas ini hanya dimiliki oleh orang-orang
tertentu.
Uang pecahan Rp 5.000 tersebut saat ini setara dengan Rp10 juta atau lebih.
Dengan nilai historis yang tinggi, uang kertas ini dikategorikan sebagai uang
langka yang memiliki daya jual tinggi.
Uang Kertas 500 Gulden
Keluaran 1933-1939
Uang sebelum kemerdekaan Indonesia, Gulden seri wayang, paling favorit dan
paling diburu para kolektor.
Bentuknya yang indah, nominalnya yang lengkap dan kesulitannya yang sangat
besar menyebabkan seri ini mengalami kenaikan harga yang sangat luar biasa.
Tidak heran banyak kolektor baik pemula maupun senior yang seringkali
mengalami kesulitan untuk melengkapi seri ini.
Seri wayang terdiri dari 8 pecahan dan 14 variasi. Pecahan kecil (5, 10,
dan 25 gulden) masing-masing memiliki 3 variasi tanda tangan. Sedangkan pecahan
besar hanya satu variasi.
Pecahan 500 gulden termasuk yang sangat sulit ditemukan, hanya sekitar 3
lembar saja yang pernah terlihat di pasaran. Harga untuk kondisi VF mungkin
sudah melebihi angka Rp30 juta.
Kalau tadi nominalnya 500, sekarang 1000. Nah yang paling besar nominalnya
adalah 1000 Gulden.
Kamu punya uang ini? Kalau iya, simpan baik-baik. Soalnya kolektor yang
kaya raya akan membayar sekitar Rp100 juta.

Padahal anggapan itu tidaklah 100 persen benar, bisa dikatakan yang menetukan tingkat harga adalah kelangkaan dan nilai seni yang terkadung di dalamnya. Seperti halnya 4 uang kertas termahal di Indonesia berikut ini.
Uang Kertas
Rp100 Keluaran Tahun 1948
Di pasar uang
kuno, lembar Rp100 terbitan tahun 1948 bergambar Pak Karno bisa laku Rp100
juta.
Bahkan kalau
kondisinya cukup mulus, harganya bisa satu setengah kali lipat. Alasan kenapa
uang ini begitu mahal tak lain adalah karena jadi saksi zaman pascaperjuangan.
Uang jenis
ini sangat langka dan di pasaran sangat susah ditemui.
(uang-kuno.com/berbagai
sumber)
Di pasar uang
kuno, lembar Rp100 terbitan tahun 1948 bergambar Pak Karno bisa laku Rp100
juta.
Bahkan kalau
kondisinya cukup mulus, harganya bisa satu setengah kali lipat. Alasan kenapa
uang ini begitu mahal tak lain adalah karena jadi saksi zaman pascaperjuangan.
Uang jenis
ini sangat langka dan di pasaran sangat susah ditemui.
(uang-kuno.com/berbagai
sumber)