Kisah ini sengaja kutulis agar kiranya bisa menjadi pelajaran bagi para suami, hendaknya tak berbuat zhalim kepada istri. Jua pesan kepada para istri untuk siap siaga dengan segala sikap suami.
Rumah tanggaku telah berlalu sekitar 1 tahun. Segala puji bagi Allah yang telah menitipkan amanah berupa bayi berumur 3 bulan sebagai penyejuk mata.
Sungguh, aku mengharapkan pernikahan seperti orang-orang pada umumnya; suami istri duduk berdua sambil bersenda gurau, tertawa bersama melepas rindu dan cinta. Sayangnya, itu khayalan belaka. Suamiku jauh dari kata romantis. Dan buruknya, dia pun tak setia.
Sejak awal pernikahan dia sudah ketahuan beberapa kali main perempuan. Aku berusaha bertahan karena rumah tangga baru seumur jagung. Belum lagi keadaanku tengah hamil kala itu. Jangan sampai anakku lahir tanpa seorang bapak. Dia memang meminta maaf setiap kali ketahuan selingkuh, tapi esoknya seolah kata 'maaf' itu angin lalu belaka.
Dan kali ini, apa yang dilakukannya sungguh diluar batas. Aku baru saja membaca pesan mesranya dengan seorang janda. Yang benar-benar membuatku terpukul, mereka telah berzina! Oh, Rabb ... seolah hatiku luluh lantah, sakit tak terperi.
Tentu saja pertengkaran hebat terjadi di antara kami. Ini bukan kali pertama. Tapi, usai bertengkar, suamiku pergi entah ke mana. Herannya, dia tak mau langsung menceraikanku.
Aku berusaha sabar sekuat mungkin. Telah banyak kesempatan yang kuberi padanya. Namun, selalu saja disia-siakan.
Usai berasyik masyuk dengan janda, dia masih saja datang padaku dan meminta pelayanan. Sebagai istri, memang aku harus tetap memberikan haknya, tapi dia meminta setiap waktu.
Sungguh, aku bukan ingin durhaka kepada suami, tapi tubuh ini bukan robot. Aku lelah, sedang bayi yang baru berumur 3 bulan juga butuh perhatian. Jikalau bukan aku yang mengurusnya, siapa lagi?
Hidupku sangat dilema. Rasanya kesabaran ini sudah di ambang batas. Dari lubuk hati yang terdalam, aku ingin meminta cerai karena tak sanggup lagi menjadi pendampingnya. Namun, di sisi lain aku sangat kasihan dengan bayiku. Haruskah dia besar dan tumbuh tanpa sosok seorang ayah? Sungguh aku tengah kebingungan.
Tiadalah tempat yang paling baik untuk bersandar melainkan pada-Nya. Aku hanya bisa berdoa, semoga suamiku diberi petunjuk oleh-Nya.

Kisah Pilu: Suami Sudah Berzina dengan Janda, Aku Masih Harus Diminta Melayani Tiap Hari

Kepada engkau yang belum berumah tangga, carilah pasangan yang shaleh/shalehah. Carilah yang baik agamanya niscaya engkau akan dimuliakan.
Kepada yang sudah berumah tangga, lakukan kewajiban dan tunaikanlah hak pasangan sebaik mungkin. Karena kelak setiap orang akan ditanya, apa yang telah dia lakukan kepada keluarganya.