Jodoh tidak ada yang bisa menebak. Benar-benar rahasia sehingga memang benar jika tugas manusia adalah usaha. Jika ada yang mengatakan bila jodoh itu dekat hanya saja jarak penantianlah satu-satunya alasan menjadi lama, hal tersebut ada pula pembenarannya. Masalah jodoh adalah rahasia sudah jadi kehendak Allah tapi mau jodoh model seperti apa itu ternyata bergantung dari kitanya. Jodoh itu sudah digariskan tetapi dia juga cerminan diri. Tidak ada manusia mampu merubah takdir jodohnya siapa namun bisa merubah diri ingin pendamping seperti apa.
Jika demikian artinya semua hal bisa terjadi. Kisah seorang pemuda asal Malaysia ini juga membuktikan bila jodohnya merupakan orang terdekatnya. Ia adalah guru semasa SMA. Perbedaan usia bukan jadi alasan Muhammad Hazim Shahidan dan Siti Aishah yang telah menikah pada 11 Agustus 2018 kemarin setelah lamaran tunangan Desember 2017.
Awalnya Hazim mengalami Penolakan beberapa kali karena sang guru merasa tidak yakin dengan mantan muridnya ini. Kemudian Siti memberikan syarat kepadanya untuk meyakinkan kedua orang tuanya setelah Hazim lulus kuliah dan membangun bisnis kecilnya dari tabungan sekitar RM 477 (Rp1,7juta). Lalu Hazim melakukan ibadah umroh ke Mekkah untuk meminta petunjuk tentang jodohnya. Siapa sangka sekembalinya dari umroh ketika melamar Siti kedua orang tua sang gadis pujaan menerima dengan tangan terbuka. Pernikahan beda usia 5 tahun tersebut menjadi viral dimedia karena usia Hazim 21 tahun sedang istrinya 26 tahun.
Tidak disangka pernah berucap dengan candaan Suatu hari dia akan menikahi Siti Aishah yang merupakan Guru Fisika semasa SMA meskipun dihiraukan dimasa itu" dikutip dari MStar Online. Alasan menerima Hazim karena Ia tulus sehingga mampu meluluhkan hatinya.
Tidak disangka Menikahi guru SMAnya menjadikan dirinya Viral dan ternyata pernah mengucapkan janji semasa SMA untuk menjadikan gurunya sebagai istri dimasa depan.
****
Betapa jodoh yang begitu rahasia dekat dengan cara tak terduga. Sesuatu hal langka namun itulah kenyataannya terjadi. Penyatuan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan dan perbedaan bukan sebagai alasan pembatas. Perjuangan pasti berbuah manis bila bukan dia pasti ada lainnya jadi jangan mudah menyerah. Perbaiki diri saja itu utama.