Seorang yang bisa memberikan kebahagiaan terhadap orang tuanya itu sungguh sangat perlu diapresiasi.Namun bagaimana ketika hal tersebut dilakukan karena tujuan lain.Iya "ada udang di balik batu"
Seperti halnya kisah yang telah dilansir dari pastiseru.com (16/08/2018) seorang anak gadis bernama Jeje hendak datang ke sebuah hotel berbintang lima dan sangat mewah.
Pada mulanya Jeje merasa tidak percaya diri alias minder masuk ke hotel yang begitu mahal.
Begitu sampai di tangga, ia disambut oleh manager hotel.“Permisi, kamu yang ikut kelas pelatihan karyawan hotel kan? Itu kelasnya ada di lantai satu.”
“Bukan saya mau makan di sini. Dimana restorannya?” Jeje bertanya.
“Apakah kamu yang mau makan? Kamu yakin? Harga makanan di restoran hotel ini sangat mahal loh! Apakah sudah yakin kamu sanggup membayarnya?” tanya manager sambil meremehkan Jeje.
Jeje tidak mempedulikan hinaan dari pelayan hotel. Ia tetap naik ke lantai 2 untuk makan.
“Apa makanan spesial di restoran ini?” tanya Jeje
“Tapi makanan spesial di restoran ini tidaklah murah!”
“Yaudah saya pesan ini, ini, dan ini!” tunjuk Jeje sambil memilih banyak sayur
Lalu pelayan restoran itu hanya berkata “total makanan yang kamu pesan bisa mencapai 3 juta loh!” katanya dengan belagu
Karena lumayan emosi, Jeje mengeluarkan semua uang sambil memukul atau bisa dikatakan menggebrak ke atas meja “apakah cukup semua uang ini?”
Menunggu hidangan disajikan, Jeje hendak berniat ke luar hotel untuk menjemput kakeknya yang datang.
“Heai makanan kamu lagi dimasak, kalau kamu tiba-tiba kabur gimana?” tanya pegawai rese itu
“Masih kurang atau tidak ?” ujar Jeje sambil menyuap pegawai itu agar ia tidak banyak bicara
“Aduh nak, kamu kok ajak makan di restoran yang mahal dan mewah ini? Aku malu datang ke sini!” kata sang kakek.
“Pelayan, makanan mewah gini berapa harga satu mangkoknya?” tanya sang kakek
“Hari ini lagi ada promo diskon, jadi per mangkuknya hanya 30.000 kek!” jawab manager. Ternyata Jeje telah meminta manager hotel untuk berbohong, agar sang kakek tidak marah jika sebenarnya ia makan makanan mahal.
Lalu Jeje menghampiri manager hotel dan berkata “Pak, terimakasih anda telah membantu saya berbohong kepada kakek!”
“Iya, tidak apa-apa. Kalau boleh tau kenapa kau melakukan ini semua?” tanya manager
Lalu Jeje mulai menceritakan kisah hidupnya “dulu kakak saya bekerja sebagai tukang bangunan di hotel ini. Dirinya telah berjanji suatu saat nanti akan mengajak kakek untuk makan di hotel berbintang ini.
Namun saat bekerja ia jatuh terpeleset dan meninggal seketika. Oleh sebab itu, untuk menggantikan janjinya, aku rela bekerja mati-matian demi mengajak kakek makan di restoran ini” ujar Jeje sambil menangis
Mendengar curahan hati Jeje, manager hotel pun berniat bertemu dengan presiden hotel.
“Bos, masih ingat dengan pegawai bangunan yang meninggal karena jatuh saat membangun hotel ini? Walaupun ia telah meninggal, bisakah kau tetap mengirimkan gaji dan bonus ke rekeningnya? Biarlah uang itu bisa digunakan untuk keluarga yang ditinggalkan. Namun kalau bos keberatan, bos bisa potong pakai gaji saya!” kata manager dengan berbelas kasih.Akhirnya bos besar meng iyakan untuk mengirim gaji ke rekening kakaknya Jeje.
Dan baru saja manager keluar dari ruangan bos, pelayan bagian resepsionis memanggilnya dan memberi surat yang Jeje titipkan.“Manager terimakasih karena kau telah berbohong memberi harga diskon kepada kakek ku. Tapi rasa berbakti aku padamu tidak ada diskon. Aku puas karena sudah diterima dan dilayani dengan baik di restoran hotel ini.”