Dipermalukan Dosennya Saat Presentasi Thesis, Mahasiswa Ini Lakukan Hal ini . . .

Masa-masa menjadi mahasiswa mungkin bisa dibilang sebagai masa yang paling menyenangkan, namun juga beratnya hidup.
Mulai dari deadline, jauh dari rumah, berteman dengan orang baru hingga tak henti-hentinya belajar, semua mahasiswa berusaha yang terbaik agar mereka bisa lulus dengan baik dan bersiap melangkah ke jenjang selanjutnya yaitu kehidupan karir.
Salah satu hal yang menyenangkan atau mungkin tidak adalah saat melakukan presentasi.

Saat presentasi, kamu harus mempersiapkan segalanya, mulai dari materi yang harus menarik, hingga membuat dosen mengerti dengan yang kita bicarakan.
Dan berbicara dengan satu ruangan penuh orang tentu bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang.
Tak ada yang lebih menyakitkan dari kata-kata dosen, apalagi saat ingin presentasi ia sudah berbicara yang tak mengenakan tentang cara berpakaian kita.
Hal itulah yang dirasakan oleh seorang mahasiswi saat sedang melakukan presentasi, dosennya yang bernama Rebekah Maggor mengatakan padanya: "Apa itu pakaian yang akan kamu pakai?"


Menulis di unggahan Facebook, mahasiswi senior Ivy League Letitia Chai dari Asian Heritage menjelaskan bagaimana ia bisa menggunakan "kemeja lengan panjang dan memakan celana jeans pendek," tapi dosennya yang seorang perempuan berkulit putih mengatakan bahwa celananya terlalu pendek.

Dosennya pun mengatakan bahwa dengan menggunakan pakaian seperti , Chai membuat para pria di ruangan tersebut memperhatikannya tapi bukan isi presentasinya.
Walau ada dua temannya yang membelanya, seorang pria setuju dengan apa yang dikatakan dosen tersebut dan memintanya untuk menggunakan pakaian yang lebih tertutup.


Saat itulah, Chai memutuskan tindakan yang sangat berani saat presentasinya dan ia membuk4 b4junyaa
Chai pun menjelaskan di unggahan Facebooknya kenapa ia memutuskan untuk membuk4 b4juny4: "Ini untuk semua wanita Asa yang diberitahu untuk berbicara lebih sedikit dan membuat orang berpikir ia submisiv. Itu adalah bukti konsep bagi pria untuk menyingsingkan celana mereka untuk bisa dianggap serius, serta bukti konsep bagi wanita yang harus merapikan rambutnya agar terlihat pintar."
Walau banyak yang memuji aksi Chai dan pesannya, ada juga mahasiswa yang membela dosen tersebut.
Membuat tulisan terbuka di Cornell Sun, para mahasiswa tersebut berargumen:
"Kami setuju ada kesalahan frase dalam ungkapan dosen tersebut, tapi tujuannya untuk kita akan selalu tulus. Untuk kita, karena ia menyebut peran sosial atas pakaian kepada banyak mahasiswa lainnya... kami tak percaya dosen ini menyampaikan hal tersebut dengan tujuan yang buruk."